Setelah Pemilu Usai…

Setelah Pemilu Usai…

Pada dasarnya, kita menganut sistem demokrasi di negara ini agar rakyat dapat memilih sendiri pemimpinnya. Tidak dipilihkan oleh orang lain, tidak ditentukan berdasarkan garis keturunan raja atau bangsawan, tidak feodal. Rakyat punya hak untuk menentukan mereka ingin dipilih oleh siapa.

Demokrasi lantas bisa menjadi solusi bentuk pemerintahan negara yang baik, tapi bisa pula menjadi sumber kekacauan bangsa. Kenapa demikian? Karena dengan demokrasi, itu tadi, rakyat punya kebebasan untuk memilih ingin dipimpin oleh siapa. Rakyat punya pilihan untuk menggantungkan nasibnya pada siapa. Pemimpin yang kelak dipilih, adalah yang memang benar-benar telah mendapat kepercayaan dari rakyat. Bukan seorang diktator yang mendapat kekuasaan dengan kekerasan. Bukan pula anak raja yang berkuasa hanya karena beruntung dilahirkan.

Tapi di sisi lain, demokrasi perlu digunakan dengan kedewasaan. Rakyat harus cerdas memilih dan memilah calon pemimpinnya sendiri. Rakyat juga harus paham bahwa perbedaan pendapat adalah hal biasa, yang tidak hanya harus diterima, tapi juga dijunjung tinggi setinggi-tingginya.

Pemilu 2019 hanyalah salah satu perhelatan besar dalam demokrasi. Dalam pemilu kali ini, kita memilih presiden dan wakilnya, DPR, DPRD, dan DPD. Setelah terpilih dan mereka menjabat, demokrasi tidak berhenti sampai di situ. Demokrasi masih berlanjut. Kita punya tugas untuk mengawasi pemimpin kita, baik di kursi eksekutif maupun legislatif. Kita kritik mereka jika menurut kita mereka salah, kita apresiasi mereka jika menurut kita mereka berprestasi. Dan lima tahun lagi, kita bisa memilih kembali. Kita bisa memilih orang yang sama jika petahana jabatan tertentu memang menjabat kembali, bisa pula kita mengganti yang baru.

Satu hal yang pasti, setelah pemilu usai, kita tetap satu. Indonesia tetap satu, Yogyakarta tetap satu. Satu dan istimewa. Bahwa kedewasaan berpolitik yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa menerima perbedaan, bukan memaksakan kehendak. Selamat kembali lagi pada kita yang telah lancar melakukan praktik demokrasi tahun ini, dan ingatlah bahwa proses demokrasi tidak berhenti sampai di sini.

Leave a comment